Bagaimana Sejarah Perkembangan Iklan Digital?

Dipublikasikan oleh Muhamad Azhar Fakhri pada

Sejarah perkembangan iklan digital di dunia maupun di Indonesia sudah melalui banyak masa. Mulai dari permulaan iklan digital dibuat, dimana pada saat itu tv dan radio menjadi satu – satunya media yang disediakan. Hingga saat ini, dimana semua orang sudah bisa beriklan digital dimanapun dan kapanpun.

Pada awalnya, beriklan hanya dilakukan dari mulut ke mulut saja. Bahkan sejak iklan digital di tv dan radio sudah muncul pun, hanya sebagian orang yang mampu untuk beriklan. Sedangkan orang – orang yang masih merintis bisnisnya hanya bisa beriklan dengan cara kuno seperti menyebarkan brosur dan lain – lain.

Tetapi kini, siapapun sudah bisa beriklan digital. Baik anak muda ataupun orang tua, orang yang bisnisnya sudah berkembang ataupun mereka yang masih merintis bisnis, pemilik budget besar maupun mereka yang memiliki budget kecil, semuanya bisa beriklan digital dengan media online.

Sejarah Perkembangan Iklan Digital di Dunia

Ada 2 pendapat mengenai sejarah perkembangan iklan digital di dunia. Yaitu dimulai pada abad 17 dan tahun 1920 an. Bila media cetak seperti koran dianggap sebagai iklan digital, maka sejarah dimulai pada abad ke 17. Dimana pada saat itu, koran menjadi salah satu media berita yang paling banyak diminati oleh masyarakat Eropa. Hal ini juga dimanfaatkan oleh para pemilik bisnis untuk memasang iklan di media cetak.

Namun, pada saat itu belum ada aturan dan regulasi yang jelas mengenai iklan. Sehingga banyak iklan palsu yang menyesatkan seperti obat – obatan yang dilarang hingga ilmu hitam alias perdukunan. Sehingga pemerintah Eropa membuat regulasi khusus untuk periklanan.

Tetapi bila media cetak tidak dianggap sebagai iklan digital, maka sejarah perkembangan iklan digital dimulai pada tahun 1920. Dimana pada saat itu stasiun radio pertama baru dibuat dengan nama KDKA di Amerika Serikat. Hal ini juga diikuti beberapa perusahaan lain yang mulai membuat stasiun radionya sendiri beberapa negara. Pada saat itu, tiap stasiun radio mencari sponsor dari perusahaan – perusahaan lain yang ingin namanya bisnisnya disebutkan pada bagian awal dan akhir acara.

Hingga beberapa tahun kemudian, para pemilik radio mulai menyadari bahwa mereka bisa menyediakan waktu khusus untuk para pengiklan dan mendapatkan uang lebih banyak. Waktu ini kemudian disebut dengan commercial break.

Berlanjut ke tahun 1940’an, dimana pada saat itu juga televisi juga mulai banyak diproduksi masal dan dijual. Para pemilik stasiun tv juga menggunakan metode yang sama dengan pemilik radio. Yaitu dengan menyediakan commercial break untuk para pebisnis yang ingin memasang iklan pada acara tv.

Pada tahun 1950’an, beberapa stasiun televisi juga mulai membuat inovasi baru yaitu membuat acara home shopping. Dimana para penontonnya bisa melihat produk yang dijual sekaligus membelinya secara langsung tanpa perlu keluar rumah. Bisa dibilang, hal ini adalah awal mula lahirnya online shop yang sering kita gunakan saat ini.

Internet Mulai Dikenal

Memasuki tahun 2000, internet mulai digunakan oleh masyarakat dunia. Mesin pencarian yang paling terpopuler saat ini, Google, juga lahir di awal era 2000’an. Dari sinilah, iklan digital online baru mulai dikembangkan.

Google memanfaatkan para pebisnis yang ingin website atau blognya berada di posisi paling atas pada halaman pencarian Google dengan cara beriklan di Google Adwords. Kemudian media sosial lain seperti Facebook, Twitter, Instagram, dan Whatsapp yang akan segera menyusul juga menggunakan metode iklan yang sama.

Dan seperti itulah sejarah perkembangan iklan digital di dunia termasuk di Indonesia. Hanya saja, para pebisnis di Indonesia agak terlambat dalam memanfaatkan iklan digital khususnya iklan di media online. Namun kini beberapa media seperti Facebook menyiapkan ruang khusus untuk pebisnis Indonesia yang ingin beriklan dengan nama program Creative Accelerator.

Kategori: Ads News

0 Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *